Menag Sebut Musik Mampu Satukan Keragaman
By Admin

nusakini.com-Jakarta-Musik mengandung unsur universal atau bersifat umum, terbuka, netral, dan melintas batas. Siapa saja dapat memilih jenis musik yang disukai tanpa harus terikat dengan genre tertentu.
Kalangan mana pun sah-sah saja menggandrungi jenis musik apa pun. Tidak ada keharusan jazz hanya buat kaum elit berdasi dan berjas. Begitu juga dangdut yang hanya selalu dinikmati kalangan bawah. Bahkan, ada dangdut is the music of my country.
"Begitu pula, siapa bilang rock adalah musiknya anak muda. Sebab Pak Presiden Jokowi pun penggemar Metalica. Musik menempati posisi penting bagi manusia karena mampu menyatukan kemajemukan manusia di tengah keragaman ritme dan corak kehidupan," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus ke XIII di komplek Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (27/11).
Pembukaan Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus memperebutkan Piala Bergilir Presiden Jokowi ini ditandai dengan penyerahan piala bergilir dari Ketum DPP LASQI kepada Menag, dilanjutkan penabuhan rebana.
Turun mendampingi Menag saat pembukaan, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Ketum DPP LASQI Tarmizi Tohor dan Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mujab.
Selain ikuti ratusan peserta dari 27 provinsi utusan LASQI, helat tahunan DPP Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) ini juga dihadiri sejumlah Kepala Kanwil Kemenag.
Menurut Menag, musik adalah sarana mengungkapkan pengalaman batin. Pada titik inilah musik bersinggungan dengan agama.
Sejak masa lampau, lanjut Menag, musik digunakan sebagai pelengkap dalam ritual keagamaan. Para kaum sufi menjadikan musik sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.
Musik digunakan untuk menggerakkan hati dalam menyelami perjalanan spritual menuju pusat dari segala sesuatu, termasuk asal suara musik itu sendiri.
"Lewat musik kaum sufi menikmati kecintaanya kepada Sang Khalik. Dalam tasawuf ada istilah as-sama' yaitu mendengar musik yang indah sebagai alat purifikasi atau penyucian diri," ujar Menag Lukman Hakim. (p/ab)